Belajar Bahasa [Arab]

Monday, December 12, 2005

Belajar Nahu [1]

Pelajaran ilmu Nahu, atau dikenal juga dengan ilmu Alat, ilmu yang digunakan sebagai alat untuk membantu dalam penafsiran al-Qur'an. kitab yang digunakan adalah kitab Muhtassor Jiddan karangan Sayyid Ahmad Zainii Dahlan. Selamat belajar!!

"ta'allamul 'arobiyyata wa 'allamuu haa annaas" (Hadis syarif)
belajarlah kamu bahasa 'arab, dan kemudian ajarilah manusia!

dari hadis ini kurang lebih menggambarkan keharusan untuk belajar bahasa arab. ada ungkapan umum, belajarlah bahasa selagi muda :)

intro:
Definisi seseorang dalam menggambarkan sesuatu adalah sangat relatif. Dalam ilmu matematika definisi adalah sesuatu yang wajib, sehingga seseorang dapat mengatakan gajah itu berbentuk kotak segi panjang, orang lain boleh juga mengatakan gajah adalah mahluk bulat tanpa kaki. Tapi agar definisi itu dapat diterima oleh setiap orang, maka diperlukan adanya standardisasi definisi, yaitu definisi yang dapat diterima setiap orang. begitu juga dalam mempelajari ilmu alat (nahu-sharaf, ilmu untuk mendukung pembelajaran tafsir bahasa 'arab, lebih jauh tafsir qur'an) haruslah ada definisi sehingga setiap orang memiliki aturan yang sama, definisi ini dibakukan oleh para ahli nahu.

para ahli nahu memberikan landasan dalam memahami bahasa arab. untuk memulai pembelajaran, haruslah didefinisikan terlebih dahulu apa itu kalam (dalam bahasa indonesia kalimat). alkalaamu huwa lafdzu almarokabu almufiidu bil wado'i (bener gak pa ustadz, terakhir di kasroh, bi - harfun jarrin?) .Kalam adalah lafadz (tuturan, ucapan) yang tersusun, memiliki faedah, dan disertai dengan kesengajaan.

Kalam
1. Lafadz
2. (murokabu)tersusun
3. (mufiidu)berfaedah
4. (bil wad’i) dengan kesengajaan

Menurut ahli nahu, kalam adalah lafadz (tuturan, ucapan) dari awal hingga akhirnya. Lafadz adalah bunyi-bunyian yang tersusun dari rangkaian huruf hijaiyah, seperti bunyi “zaid” yakni bunyi-bunyian yang tersusun atas huruf ‘za’, ‘ya’, dan ‘dal’. Bukan bagian dari lafadz bunyi-bunyian seperti bunyi kendang (at-tibli), karena tidak memiliki faedah. Bukan pula termasuk lafadz seperti isyarat, tulisan, simbol-simbol, ataupun patokan.
- tersusun dari huruf hijaiyah
- mengandung makna (berfaedah)
- bukan isyarat, simbol, atau patokan

Murokabu: kalam tersusun dari dua kata atau lebih. Seperti “qooma zaidun” terdiri dari “fi’il fa’il” atau “zaidun qoimun” yang terdiri dari “mubtada-khobar” (dibahas lebih lanjut dalam kuliah berikutnya). Bukan termasuk kalam yang hanya terdiri dari satu kata seperti “zaidun”.
- tersusun dari dua kata atau lebih

Mufiidu: kalam dikatakan berfaedah ketika pembicara telah diam dan yang diajak bicara (pendengar) mengerti maksud pembicaraan. Dalam hal ini pendengar tidak mengharapkan lagi pembicaraan karena maksud pembicaraan sudah dimengerti. Tidak dikatakan berfaedah suatu kalimat atau pembicaraan yang tidak dimengerti. Seperti “ghulamun zaidun” (teman zaid), kalimat ini seperti terpotong dan tidak memiliki arti kecuali terdapat kata yang mengikutinya seperti ”saya teman zaid”.

Bil-wado’i (dengan kesengajaan): diniatkan untuk diucapkan, ketidaksengajaan atau pembicaraan dalam keadaan tidak sadar bukan merupakan kalam. Orang gila atau omongan dikala tidur (mengigau). Maksud dengan kesengajaan disini adalah kesengajaan pelafalan dengan menggunakan bahasa arab (harus bahasa arab untuk dapat dikatakan sebagai kalam).

Penyusun kalam.

Kalam tersusun atas tiga bagian, yaitu isim(kata benda) atau fi’il(kata kerja) atau huruf.

Isim: Isim adalah kata yang menunjukkan makna atas dirinya sendiri dan keberadaannya (tempatnya) tidak tergantung pada waktu. Seperti “zaid”, “ana” (saya), “hadza” (ini).

Fi’il: Fi'il adalah kata yang menunjukkan makna atas dirinya sendiri dan keberadaannya bergantung (dipengaruhi) oleh waktu. Seperti:
- fi’il madi – default untuk kata-kata dalam bahasa arab, seperti “qooma” (telah berdiri) past tense, kata kerja lampau.
- fi’il mudlori’ – Fi'il Mudori' adalah kata kerja dalam bahasa arab yang menunjukkan waktu pengerjaannya sedang dilakukan atau akan dilakukan (present or future tense) Seperti “yaquumu” (akan berdiri).
- fi’il amr – kata perintah dalam bahasa arab, yang menunjukkan belum dilakukan. Seperti “qum” (berdirilah), belum terjadi seseorang berdiri sampai ia diperintah untuk berdiri.

Huruf: susunan huruf (atau huruf itu sendiri) yang memiliki makna. Seperti “hal” (apakah – “istifham” pertanyaan), “lam”, “laa” (tidak, “nafii” penafikan).

0 Comments:

Post a Comment

<< Home